News

Berita Asuransi Terbaik Terkini

Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia 2018/2019

Sebanyak 21 perusahaan asuransi nasional meraih predikat ‘Asuransi Terbaik 2018’ versi Majalah Investor. Penghargaan diberikan untuk sembilan asuransi jiwa, sembilan asuransi umum, satu reasuransi, serta dua penghargaan khusus. Penghargaan diberikan setelah Dewan Juri menetapkan tiga perusahaan terbaik (best three) untuk masing-masing kategori, kecuali untuk perusahaan reasuransi. Pada kelompok asuransi jiwa papan atas, dengan aset di atas Rp 25 triliun, tiga posisi terbaik diraih PT Prudential Life Assurance, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dan PT AIA Financial. Sedangkan kategori asuransi jiwa dengan aset antara Rp 10 triliun hingga Rp 25 triliun, penghargaan diberikan kepada PT BNI Life Insurance, PT Asuransi Jiwa Sequis Life, dan PT Avrist Assurance. Kelompok ketiga, asuransi jiwa dengan aset antara Rp 1 triliun hingga Rp 10 triliun, diraih oleh PT Astra Aviva Life, PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, dan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia.

Pada kelompok asuransi umum, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), dan PT Asuransi Astra menerima penghargaan untuk kategori aset di atas Rp 3 triliun. Sedangkan untuk kelas aset antara Rp 1 triliun hingga Rp 3 triliun diraih PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur, PT Asuransi Umum BCA, dan PT Asuransi Bangun ASKRIDA. Pada kelas aset antara Rp 250 miliar hingga Rp 1 triliun, penghargaan diberikan untuk PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika, PT Meritz Korindo Insurance, dan PT Asuransi Kresna Mitra Tbk. Sedangkan kategori Reasuransi Terbaik berhasil diraih PT Reasuransi Nasional Indonesia. Tahun ini, Majalah Investor juga memberikan penghargaan khusus untuk dua asuransi umum karena dinilai mampu mencetak pertumbuhan premi tertinggi dalam lima tahun, masing-masing PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia dan PT Asuransi Central Asia.

“Pada dasarnya suransi umum paling merasakan dampak dari perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir ini. Karena itu, dua asuransi umum yang meraih prestasi signifikan ini patut mendapat apresiasi,” ujar Pemimpin Redaksi Majalah Investor, Primus Dorimulu.

Kriteria Pemeringkatan

Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak, mengatakan, tema pemeringkatan asuransi tahun ini adalah “Tantangan Industri Asuransi Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Tema ini disepakati Dewan Juri untuk mengingatkan perusahaan asuransi tentang pentingnya menghadapi ketatnya persaingan bisnis pada era revolusi industri modern. “Tantangan bagi industri keuangan terkini adalah inovasi maupun kesiapan penerapan teknologi informasi dalam bisnis keuangan sejalan dengan perkembangan model bisnis digital,” kata Herris Simandjuntak pada penghargaan Asuransi Terbaik 2018 versi Majalah Investor, di Suhana Hall, Energy Building, Jakarta, Selasa (24/7).

Pemeringkatan asuransi versi Majalah Investor mengacu pada 15 kriteria. Kriteria untuk asuransi umum meliputi, pertumbuhan aset rata-rata 2013–2017, pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 2013-2017, pertumbuhan ekuitas rata-rata 2013-2017, pertumbuhan premi penutupan langsung 2013-2017, pertumbuhan premi neto rata-rata 2013-2017, pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 2013-2017, pertumbuhan hasil investasi rata-rata 2013-2017, pertumbuhan laba bersih rata-rata 2013-2017, pangsa pasar premi neto tahun 2017, rasio underwriting terhadap premi neto 2017, rasio kecukupan investasi, TATO (total asset turn over) 2017, ROA (return on assets) 2017, ROE (return on equity) 2017, dan RBC (risk based capital) 2017.

Sementara itu, kriteria untuk asuransi jiwa mayoritas sama dengan asuransi umum, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung rata-rata 2013-2017 yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 2013-2017 dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum.

Tidak semua perusahaan asuransi diperingkat. Ada seleksi awal yang meliputi, laporan keuangan 2017 yang dipublikasi harus sudah diaudit, laporan keuangan 2017 tidak mendapat opini disclaimer, RBC minimal 120%, masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat, tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll), ekuitas minimal Rp 100 miliar, aset asuransi umum tahun 2017 di atas Rp 100 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2017 di atas Rp 1 triliun, tidak menderita rugi tahun 2017, dan data harus lengkap.
Baca juga: asuransi penyakit kritis terbaik 2019

Buka Polis Asuransi Sekarang

081318100747 Baldwin